Angklung Sunda
Angklung kerap menjadi simbol yang melekat dengan identitas budaya Jawa Barat. Alat musik bernada ganda ini tumbuh dan berkembang di tengah masyarakat Sunda, tidak sekadar sebagai hiburan, tetapi juga sebagai bagian dari praktik spiritual. Dalam tradisi Sunda masa lampau, alat musik ini berfungsi sebagai alat ritual keagamaan—digunakan untuk memanggil kehadiran Nyai Sri Pohaci atau Dewi Sri, dewi padi yang melambangkan kemakmuran dan kesuburan.
Dalam karya Kehidupan Masyarakat Kanekes, Saleh Danasasmita mencatat bahwa menanam benih padi di tanah Kanekes dipandang sebagai bentuk “perkawinan” antara Nyi Pohaci dan bumi. Prosesi sakral ini selalu diiringi oleh alunan angklung. Demikian pula saat upacara seren taun—ritual panen padi—permainan angklung menjadi persembahan utama sebagai bentuk rasa syukur atas hasil bumi.

Comments
Post a Comment